Just love your self

it's been a while sejak gue ngak nulis lagi. Well it's about a year. Dan disini gue beres sahur entah kenapa tiba-tiba pengen banget untuk menulis,mungkin bukan tulisan cerpen gue kayak biasanya. Tapi ini lebih what's on my mind.
So, kemarin dosen psikologi gue bilang "kalian wanita mungkin tenang-tenang saja dengan pakaian terbuka yang kalian kenakan,tapi kami para pria merasa "risih" dengan apa yang kalian pakai". Pernyataan itu menggelitik gue. Lucu, kenapa saat laki-laki tak bisa mengontrol apa yang ada di fikirannya, malah menyalahkan perempuan atas apa yang di kenakannya, padahal itu hanya pakaian.
Kemudian, gue berpikir dan berpikir lagi, bagaimana perempuan selalu terkekang dengan kata-kata "kodrat" sementara laki-laki bisa bebas melenggang melakukan apa saja yang mereka mau.n
Tentanf bagaimana tidak adilnya semua itu.
Saat perempuan terkekang oleh kata "PEREMPUAN TIDAK BOLEH SEPERTI....." Well,silahkan isi titik-titiknya sendiri. Sementara itu,laki-laki berlindung dari kalimat "perempuam tidak boleh..." Itu untuk memuaskan ego mereka, lucu bukan?
Simpelnya seperti "perempuan tidak boleh sekolah sampai S2, nanti laki-laki gak ada yang mau" atau, "perempuan tidak boleh terlalu ambisius dalam berkarir, nanti laki-laki minder". Kalau gue yang ada di posisi perempuan yang mendapatkan ucapan-ucapan seperti itu gue dengan lantang dan pasti akan menjawab " who's fucking care huh?"
Ini hidup kita,kita yang atur seperti apa,kita yang buat seperti apa. Kalau sama titel di belakang nama atau besaran digit gaji saja laki-laki sudah takut, akan bagaimana mereka menafkahi perempuannya nanti?
Atau hal sepele lain seperti saat perempuan di usia 23-25 yang sudah bekerja, dan belum menunjukan tanda-tanda ingin berpasangan -well,seperti gue- mungkin sudah sangat sering mendengar kalimat-kalimat "buruan nikah, selagi masih muda masih bisa milih-milih, nanti kalau udah berumur susah" like hell,gak semua, sekali lagi,GAK SEMUA perempuan itu punya cita-cita atau punya tujuan hidup untuk menikah pada usia tertentu. Gak semua perempuan juga tertarik untuk menghabiskan seumur hidupnya dengan satu laki-laki saja.
I got so much on my mind, jadi maafkan jika tulisan ini agak sedikit tidak beraturan.
Hanya saja gemas mendengar kalaimat-kalimat seperti itu terlontar dari mulut siapa saja, untungnya,well i'm soooo much lucky, umur segini kedua orang tua gue bukannya nyinyir untum segera menikah,mereka lebih milih nyinyirin gue untuk segera melanjutkan pendidikan gue setinggi-tingginya. Karema, kalau buka  pendidikan,apalagi bekal yang bisa di miilki oleh seorang perempuan di zaman yang seperti ini,dengan pola pikir manusia yang seperti ini.

Gue sendiri gak lepas juga dari nyinyiran-nyinyiran orang-orang di sekitar gue. Dan gue menanggapinya dengan like i care bitch walau kadang,ini kuping gatal juga.

Buat kalian perempuan di luar sana yang katanya terlalu ambisius mengejar karir kalian, silahkan girl,kejar karir,mimpi dan cita-cita kalian setinggi-tingginya, karena itu hidup kalian, bukan hodup mereka.
Jika kalian yang katanya menggunakan make up terlalu banyak, memakai baju terlalu pendek,memakai sepatu yang terlalu tinggi, lanjutkan, itu badan kalian, kalian yang berhak membuat aturan untuk diri kalian sendiri.mcintai apa yang ada pada setiap jengkal tubuh kita,wanita, karena pada dasarnya kita terlahir sama,kitate sama-sama memiliki setiap bekas luka,setiap bekas jahitan yang sama.
Dan untuk kalian yang sudah berkeluarga,untuk kalian yang katanya tidak menjadi "perempuan seutuhnya" karena tidak melahirkan bayi kalian secara normal, percayalah,kalian perempuan sutuh ya karena tidak semuanorang bisa bertahan dari rasa sakitnya melahirkan diatas meja operasi,walaupun,ada obat bius yang ,emembantu menghilangkan sakit ya.
,

Karena girls,kita perempuan,peluk diri kita sendiri,sayangi diri kita sendiri. Karena kita adalah manusia. Manusia.
Dan maafkan typo-typo yang bertebaran, nulis dengan device seadanya dan dengan mata yang seberat ini menahan kantuk. 

Best regards
Mersculleb

Komentar

Postingan Populer